Senin, 30 Mei 2016

Investasi Kambing di Perkotaan

Bagi orang yang tinggal di perkotaan, hampir gak mungkin kita buka usaha ternak kambing di kota. Coba kebayang kan repotnya kita dikomplain tetangga kanan kiri karena bau kambing & kotorannya.
Mungkin beberapa pengecualian kalau penduduk asli tempatku tinggal di Bekasi kota. Itupun karena waktu mereka tinggal disini, belum banyak tetangga di kanan kiri, masih banyak tanah kosong.

Piara kambing jadi satu hal yang menjanjikan waktu itu. Pakan hijauan diambil dari rumput di tanah-tanah kosong yang masih banyak, sehingga suplai pakan kambing terjaga.

Tapi kini, sebagian besar tanah kosong itu sudah ganti pemilik, termasuk tanah yang aku tinggali sekarang ini, dan tentu sah-sah saja pemilik barunya membangun rumah ato bangunan apapun disitu Habislah lahan yang dulu ditanami rumput buat pakan kambing. Satu dua pemilik kambing makin kesulitan untuk ngasih pakan, dan tinggal tunggu waktu untuk dijual saja kambing itu.

Pemilik Jonggol Farm di Jonggol (Pak Muhaimin Iqbal - geraidinar.com) pernah nawarin bisnis yang cukup unik, yaitu penjualan susu kambing. Dengan cara timnya akan naruh 1 kambing yang lagi nyusuin di rumah kita, kita perah & jual di sekitar kita. Ntar kalau susunya makin nyusut, akan diganti lagi dengan kambing menyusui lagi. Begitu dst. Tapi satu catatan beliau, harus ada lisensi dari tetangga kanan kiri akibat bau kambing & kotorannya !! Dan ini syarat yang sangat sulit buat penduduk perkotaan..

Lantas, apa yang bisa kita lakukan ??

#1. Yaa, investasi kambing saja tetap dilakukan, tapi kambingnya bukan lagi di kota.. 
Cari tetangga ato teman di kampung yang amanah, nitip kambing ke dia
Di kampung yang agak nun jauh dari kota, dan penduduknya welcome dengan ternak kambing. .

#2. Ikut pola kemitraan
Banyak pola kerjasama investasi kambing yang ditawarkan dengan sistem bagi hasil penjualan atau bagi kambing. Googling aja. Kawatir kalo aku rekomendasi, ntar nggak amanah, aku di komplain balik, hehehe. Tinggal pilih, kambing penggemukan, breeding, ato kambing perah..

Rata-rata imbal hasil yang ditawarkan akan menarik. Karena secara natural, insya Allah bisnis ini memang didesain bisa untung besar. Tapi ya itu, high risk high rizki, hee.. Kendala terbesarnya, orangnya nggak amanah. Ntar dibilang matilah, nggak gemuk-gemuk lah,makanya jangan main terlalu banyak dulu. ya 10 ato 20 lah buat awalan..

Semoga sukses.. 
Wassalam..
31 Mei 16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar